Indonesian vs. Bribri: Striking lexical similarities in two unrelated languages
Date
Authors
Krohn, Haakon Stensrud
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
Despite the fact that Indonesian and Bribri belong to two different language families and are spoken on opposite sides of the world, their lexicons contain many words that are strikingly similar. In this paper I analyze the origin of three word pairs from these languages that not only sound similar, but also have almost exactly the same meaning: (1) Indonesian kulit and Bribri kuö ́lit ‘skin, hide, leather, crust, shell, bark, rind, peel’, (2) Indonesian kutu and Bribri kú̱ ‘louse’, and (3) Indonesian kupu-kupu and Bribri kua’kua ‘butterfly’. The intention is not to propose any genealogical link between the Austronesian and the Chibchan language families, but rather to show how phonological, morphological and semantic properties can converge in two unrelated languages and produce this kind of eye-catching similarities.
Terlepas dari kenyataan bahwa bahasa Indonesia dan Bribri termasuk dalam dua rumpun bahasa yang berbeda dan digunakan di belahan dunia yang berlawanan, leksikon mereka mengandung beberapa kata yang terbilang sangat mirip. Dalam makalah ini saya menguraikan asal mula tiga pasangan kata dari bahasa-bahasa ini yang tidak hanya terdengar mirip, tetapi juga memiliki arti yang hampir persis sama: (1) kulit dalam bahasa Indonesia dan bahasa Bribri kuo ́lit 'kulit tubuh, kulit hewan, kulit olahan, kerak, cangkang, kulit kayu, kulit buah, kulit ari, (2) Kutu dalam Bahasa Indonesia dan bahasa Bribri kú̱ ‘kutu’, dan (3) kupu-kupu dalam bahasa Indonesia dan bahasa Bribri kua’kua ‘kupu-kupu’. Tujuan dari makalah ini bukanlah untuk mengusulkan hubungan silsilah apapun antara rumpun bahasa Austronesia dan Chibchan, melainkan untuk menunjukkan bagaimana sifat fonologis, morfologi dan semantik dapat bertemu dalam dua bahasa yang tidak terkait dan menghasilkan jenis kesamaan yang menarik perhatian ini.
Terlepas dari kenyataan bahwa bahasa Indonesia dan Bribri termasuk dalam dua rumpun bahasa yang berbeda dan digunakan di belahan dunia yang berlawanan, leksikon mereka mengandung beberapa kata yang terbilang sangat mirip. Dalam makalah ini saya menguraikan asal mula tiga pasangan kata dari bahasa-bahasa ini yang tidak hanya terdengar mirip, tetapi juga memiliki arti yang hampir persis sama: (1) kulit dalam bahasa Indonesia dan bahasa Bribri kuo ́lit 'kulit tubuh, kulit hewan, kulit olahan, kerak, cangkang, kulit kayu, kulit buah, kulit ari, (2) Kutu dalam Bahasa Indonesia dan bahasa Bribri kú̱ ‘kutu’, dan (3) kupu-kupu dalam bahasa Indonesia dan bahasa Bribri kua’kua ‘kupu-kupu’. Tujuan dari makalah ini bukanlah untuk mengusulkan hubungan silsilah apapun antara rumpun bahasa Austronesia dan Chibchan, melainkan untuk menunjukkan bagaimana sifat fonologis, morfologi dan semantik dapat bertemu dalam dua bahasa yang tidak terkait dan menghasilkan jenis kesamaan yang menarik perhatian ini.
Description
Keywords
Indonesian language, Bribri language, Austronesian languages, Chibchan languages, historical linguistics, phonology, morphology, semantics, lengua indonesia, lengua bribri, lenguas austronesias, lenguas chibchenses, lingüística histórica, fonología, morfología, semántica